Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) Simulasi

10.25 1 Comment
Pelaksanaan Simulasi Ujian Nasional Berbasis Komputer.

Tahun Pelajaran 2016/2017 ini hampir semua sekolah lanjutan tingkat atas akan melaksanakan ujian nasional berbasis komputer. Soal langsung dikirim via server pusat di Jakarta karena pelaksanaan ujian ini secara online. Sekolah atau Madrasah mempersiapkan segala sesuatu untuk terlaksananya CBT [Computer Based Test] ini seawal mungkin. Simulasi UNBK menjadi keharusan agar para siswa tidak canggung dan sekaligus untuk mengecek kelancaran jaringan internet yang dipergunakan. MA Ma'arif NU Cimanggu adalah salah satu madrasah yang menyelenggarakan simulasi UNBK ini.

Jumlah siswa kelas XII sebanyak 23 dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama sebanyak 12 orang dan sesi kedua sebanyak 11 orang. Masing-masing sesi didampingi oleh seorang proktor, seorang teknisi jaringan komputer dan seorang pengawas ruang dari guru yang ditugasi. Jaringan yang ada di ruang kelas simulasi UNBK ini disiapkan untuk 12 unit komputer dengan menggunakan laptop. Unit server menggunakan PC yang telah disiapkan sebelumnya.


Formasi siswa dibuat 4 lajur, masing-masing lajur ditempati 3 siswa. Untuk penggunaan komputer [laptop] tidak menjadi kendala besar bagi para siswa. Hanya saja jaringan yang digunakan dirasa masih mengalami beberapa kendala. Kendala-kendala itu diantaranya adalah laptop yang ternyata chargernya tidak bekerja semestinya sehingga laptop mati dan alami hibernasi. Proktor dan teknisi langsung menangani permasalahan ini. Aplikasi 'xambro' mengalami error dengan selalu restart hal mana mengakibatkan para siswa harus bolak-balik melakukan 'login' dengan memasukan Kode Token terbaru dari Proktor dan Teknisi.

Masalah lainnya adalah kualitas audio yang kurang jelas. Ini juga membuat Proktor dan Teknisi mengambil alih laptop yang digunakan untuk diatur settingan audionya untuk beberapa menit. Simulasi ini memang ajang 'adaptasi' bagi para siswa untuk UNBK nanti. Untungnya jaringan listrik tidak padam. Bisa dibayangkan bagaimana jika jaringan PLN mati lampu ketika pelaksanaan UNBK besok.

Animo siswa untuk simulasi UNBK ini bisa dikatakan biasa-biasa saja. Tidak tampak pada wajah-wajah mereka ekspresi ketakutan ataupun kekhawatiran. Mereka hanya melontarkan beberapa pertanyaan terkait kualitas audio saat 'listening section' pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Mapel ini memang membutuhkan peralatan ekstra dibanding mapel-mapel lainnya.

Untuk simulasi UNBK ini memang telah ada panduan Manual UNBK yang didistribusikan secara online oleh pihak penyelenggara UNBK pusat ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. Ada yang melaksanakan secara mandiri, ada pula yang melaksanakannya dengan cara bergabung dengan sekolah penyelenggara UNBK secara mandiri. Baik mandiri maupun bergabung, keduanya memiliki resiko anggaran yang tidak sedikit. Memang hal ini menjadi agenda rutin tahunan semua sekolah atau madrasah, akan tetapi jika pemerintah 'ikut mempasilitasi' sekolah atau madrasah yang masih 'ketinggalan' sepertinya dirasa lebih bijak.


Semoga dengan CBT [Computer Based Test] untuk Ujian Nasional tahun 2017 ini, kualitas pendidikan kita akan semakin baik dan berkualitas.

Media Sosial, Manfaat Dan Kerugian Di Tengah Masyarakat

08.17 Add Comment
Serambi Pagi, Curhatan Singkat Tentang Media Sosial.

Siapa yang tidak kenal Facebook, Twitter, Instagram, Line, WhatsApp dan Hangouts serta yang lainnya? Aplikasi-aplikasi ini adalah bagian dari ratusan aplikasi yang digunakan sebagai media sosial atau aplikasi yang menjadi penghubung antar individu di tengah komunitas bermasyarakat. Tidak hanya digunakan oleh orang-orang dewasa, anak-anak muda malah mendominasi penggunaan alat sosial ini. Istilah 'selfie' merupakan satu kata yang sudah sangat populer di tengah kaum muda pengguna aplikasi sosial ini.

Curhatan ini tidak untuk memandang kemajuan teknologi di bidang komunikasi sebagai hal 'tabu'. Melainkan sekedar 'keprihatinan dibalik kegembiraan' atas kemajuan dunia komunikasi modern. Prihatin dengan maraknya aksi-aksi penyebaran gambar dan berita yang menjurus bahkan terang-terangan memprovokasi individu lain untuk melakukan sesuatu. Tidak jarang, 'sesuatu' itu membawa pada keresahan hingga keributan di tengah masyarakat. Aksi-aksi anarkhis tidak jarang timbul dari sebaran informasi lewat media-media sosial. Hal seperti ini telah memaksa pihak-pihak berwenang dari pemerintahan untuk mengeluarkan Undang-undang Transaksi dan Informasi Elektronik atau ITE.

Kegembiraan yang muncul dari adanya media-media sosial adalah kemudahan komunikasi lintas lokasi dan individu. Jarak dan waktu sudah bukan menajdi kendala lagi untuk saling berbicara satu sama lain. Video call menjadi trending spesial untuk saling bertatapmuka. Berita atau info-info penting dapat dengan cepat diterima oleh semua pihak. Jangankan ke tetangga sebelah, ke belahan dunia yang lain dari jagat ini, berita dengan cepatnya bisa diakses.


Dunia komunikasi adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari peradaban manusia. Kemajuan teknologi yang juga hasil dari peradaban manusia sebelumnya, terus berkembang mengikuti perkembangan ilmu dan pengetahuan. Internet yang menjadi 'motor' majunya teknologi komunikasi memberikan kontribusi yang tidak terhingga bagi perubahan-perubahan sosial kemasyarakatan. Bahkan watak dan sikap individu pengguna internet bisa dengan berubah. Terlepas perubahannya mengarah pada hal-hal positif atau bahkan sebaliknya.

Perubahan-perubahan ini yang mau atau tidak mau, kita harus memberikan perhatian khusus terhadap 'dampak kemajuan teknologi komunikasi' yang ada di sekeliling kita. Kejahatan-kejahatan yang timbul jika pada jaman dulu hanya dikenal dengan sebutan kriminal atau pidana biasa atau umum, sekarang kita mengenal dengan istilah 'CyberCrime' atau kejahatan saiber. Kejahatan yang timbul dari dunia-dunia komunikasi seperti media-media sosial. Pecurian data hingga pembobolan brangkas ATM konon -menurut sebuah info- bisa dilakukan lewat internet khususnya media sosial. Trafficking atau penjualan manusia hingga prostitusi, penyalahgunaan obat hingga peredarannya, tukar informasi hingga 'cuci otak', dan seterusnya, dan sebagainya. Semuanya sekarang bisa kita jumpai di mana-mana. Tidak jarang, kita jumpai info atau pesan-pesan yang mengarah pada pengerahan masa seperti pada 4 November dan 2 Desember 2016 belum lama ini. Tidak bisa dipungkiri, media sosial memiliki andil besar dalam perekrutan masa untuk berkumpul di Monas Jakarta.

Dunia komunikasi yang sedemikian pesat kemajuannya juga merambah pada area pendidikan dan pembelajaran. Pelajaran Teknologi dan Komunikasi diberikan kepada para peserta didik. di dalamnya diberikan materi-materi terkait informasi jaringan baik lokal maupun global. Ketika para peserta didik sudah mampu mengakses informasi melalui internet, sudah bisa dipastikan, mereka akan dengan mudah menemukan apa yang dicari. Jika yang ditemukan oleh mereka berupa hal-hal atau materi-materi yang baik, positif serta bermanfaat, mungkin ini tidak begitu mengkhawatirkan dibandingkan jika mereka menemukan hal-hal atau materi-materi baik informasi maupun lainnya yang bisa merubah watak dan kepribadiannya. Ini, menurut saya, yang harus secara terus menerus oleh semua pihak untuk dicermati, diwaspadai dan disikapi dengan arif dan bijak.

Tidak sedikit para pengguna internet [komunikasi sosial] atau media sosial saling berbagi materi-materi keagamaan atau jelasnya 'pelajaran agama'. Ini bagian tak terpisahkan dari kegunaan media sosial. Tetapi cara 'mengaji' serupa ini, celah-celah penyesatan sangat rentan hingga alur 'cuci otak' sangat terbuka bagi para penerimanya. Mengapa? Karena 'mesin telusur' pun bukan 'pengajar yang baik' dibandingkan dengan 'manusia'. Minimal, manusia bisa diminta pencerahan dan pertanggungjawaban secara langsung dan terbuka serta lebih jelas dibandingkan dengan 'mesin telusur' di internet.

 Artinya, mengaji lebih baik dilakukan secara manual face to face, duduk bersama-sama dengan pengajar, menanyakan langsung hingga menerima langsung informasi dan materi ajar dari bimbingan guru ngaji atau pengaajar. Bukan dengan internet meskipun 'serba ada dan serba bisa'. Inilah kewaspadaan yang harus kita wujudkan bersama dalam kaitannya dengan perkembangan kejiwaan dan karakter generasi. Bahkan, aspek moral dan watak ini menjadi faktor dasar untuk masa depan mereka. Jangan sampai mereka salah arah hanya karena majunya teknologi dan perkembangan jaman.

Intinya, tidak semua bidang yang ada 'harus dimodernisasikan' meskipun dengan dalih 'mengikuti perkembangan jaman'. Media sosial tidak bisa dibendung karena bagian dari realita peradaban dan perkembangan jaman. Tetapi watak, karakter dan akhlak anak-anak atau generasi muda 'harus dijaga dan dikawal sebijaksana mungkin agar tidak salah jalan dan tidak salah guna dengan teknologi modern saat ini'.

Semoga catatan 'serambi' ini bermanfaat untuk semuanya.

Cara Mudah dan Cepat Belajar Bahasa Inggris

07.16 Add Comment
Belajar Bahasa Inggris Secara Cepat dan Murah

Pelajaran Bahasa Inggris selalu menjadi momok bagi para pelajar. Mata Pelajaran ini menjadi salah satu mata pelajaran penentu kelulusan bagi siswa-siswi di jenjang SMP/MTs hingga jenjang SMA/SMK/MA. Berbagai cara ditempuh untuk dapat 'lulus' dengan nilai baik pada pelajaran yang satu ini.

Apalagi tahun ini, 2017, pemerintah Indonesia melalui Kemendikbud akan menggelar Ujian Nasional dengan pola berbasis komputer atau Computer Based Test [CBT]. Satu pola yang jauh berbeda dengan pola-pola Ujian Nasional pada tahun-tahun sebelumnya. Di Indonesia di sebut dengan UNBK, Ujian Nasonal Berbasis Komputer.

Artikel saya tentang UNBK ada di ; http://tamuhckd.blogspot.co.id/2017/01/ujian-nasional-berbasis-komputer-unbk-2.html

Sebetulnya banyak sekali cara dan media-media yang menawarkan kiat-kiat belajar pelajaran Bahasa Inggris. Apalagi media pembelajaran yang bersifat online. Bisa dengan mudah dicari di'Google' dan para 'Blogger' yang menyediakan cara belajar bahasa Inggris dengan cepat dan mudah. Dari yang berbayar hingga yang melayani bimbingan belajar secara 'gratis'.

Di sini saya ingin memberikan sedikit solusi belajar Bahasa Inggris secara praktis, cepat dan dijamin 'gratis'. Semua yang saya paparkan dan jelaskan di sini berdasar pada metode-metode yang saya praktekan langsung di lapangan. Baik secara les privat maupun secara kegiatan belajar di ruang kelas. Paparan akan saya tuliskan secara seri atau bertahap.

Tahapan atau seri 'Cara Sukses Belajar Bahasa Inggris' yang saya berikan sebagai berikut;

1. Menentukan sikap dan komitmen belajar
2. Pemilihan media belajar
    a. Media belajar offline
    b. Media belajar online
3. Pengenalan pembagian jenis dan fungsi 'kata' dalam Bahasa Inggris
4. Pengenalan tenses secara praktis, cepat dan mudah
5. Mengumpulkan kosa kata setiap hari menurut jenis dan fungsinya
6. Menguji kemampuan dan penguasaan materi pelajaran
    a. Speaking
    b. Listening
    c. Writing
    d. Reading
7. Menikmati hasil belajar

Tahapan-tahapan tersebut pada dasarnya dapat dipraktekan sekaligus atau bersamaan karena semua tahapan tadi muncul dari 'pribadi satu' yaitu kita. Ya, kita sebagai subjek pembelajaran Bahasa Inggris.

Dibuat secara bertahap dikandung maksud agar jelas dan mudah dimengerti apa yang seharusnya ada dan harus dilakukan oleh setiap pelajar atau siapa pun yang akan menekuni Bahasa Inggris. Dengan penjelasan tahapan demi tahapan, khususnya bagi para siswa-siswi yang masih masih mengikuti kegiatan pembelajaran di sekolah atau madrasah, diharapkan untuk berkonsultasi dengan pembimbing atau guru Bahasa Inggris. Ini penting karena proses belajar yang tidak didampingi oleh guru atau pembimbing akan mengalami banyak sekali kendala dan hambatan. Ketika mengalami kesulitan, tidak ada sosok penerang dan penjelasnya. Meskipun media yang dipake adalah 'media online' baik di Google, Yahoo atau mesin telusur lainnya yang memang menyediakan berbagai kemudahan.

Kiat belajar Bahasa Inggris yang saya tulis di blog sederhana ini tentunya pada level sederhana. Terukur menurut kemampuan saya dalam penyampaian Bahasa Inggris kepada anak didik, dan menurut analisa lapangan terhadap para peserta didik. Level belajar Bahasa Inggris ini juga disediakan untuk para pemula [basic] atau tingkat 'elementary'.

Untuk tahap ke-6 barangkali lebih pas untuk digunakan 'level intermediate' atau level menengah seperti siswa-siswi SMA/SMK/MA dan yang sederajat. Meskipun demikian, sebatas pada pengamatan saya di lapangan, atau tepatnya pada anak didik di sekolah, tahapan-tahapan yang saya tuliskan di blog ini masih banyak diantara mereka yang belum menguasainya. Tanpa bermaksud merendahkan dan melemahkan kemampuan para pelajar khususnya tingkat SMA/SMK/MA dan sederajat, saya justru sangat yakin, melalui blog saya yang sederhana ini, para peminat belajar Bahasa Inggris dapat memperoleh tambahan pengalaman dan kemampuan dalam penguasaan materi.

Bagi para peminat belajar Bahasa Inggris melalui blog saya ini, bisa berkonsultasi di kotak komentar atau melalui email : tahmadm03@gmail.com atau amuhpisces@gmail.com. Mohon penulisan dengan jelas, sopan dan sesuai etika-etika penulisan, tidak melanggar undang-undang ITE serta jauh dari aroma 'spam'

Hanya kepada Allah Swt, Tuhan Semesta Alam, saya memohon pertolongan agar kiranya apa yang saya berikan di sini dapat bermanfaat bagi semua pihak, terlebih para pelajar yang sedang menempuh kegiatan belajar mengajar [KBM]. Amin.

Selamat belajar bersama dan yakinlah dengan keberhasilan yang akan diraih.

Corel Draw Suite X8 Software Desain Terbaru 2017

19.48 Add Comment
Corel Draw Graphic Suite X8 dalam Bahasan Sekilas.


Rilis tanggal 15 Maret 2016 tepat dan enteng digunakan dengan Windows 10 meskipun dengan Windows 7 dan 8 juga masih kompatibel. Fitur-fitur baru yang disiapkan dirasa lebih memanjakan para penggunanya terutama pemilik projek desain.

Spesifikasi minimum ;
  • Microsoft Windows 10, Windows 8.1 or Windows 7, in 32-bit or 64-bit, all with latest Updates and Service Pack
  • Intel Core i3/5/7 or AMD Athlon 64
  • 2 GB RAM
  • 1 GB hard disk space
  • Multi-touch screen, mouse or tablet
  • 1280 x 720 screen resolution at 100% (96 dpi)
  • Microsoft Internet Explorer 11 or higher
  • Microsoft .Net Framework 4.6   
Aplikasi yang disertakan pada CorelDRAW X8 ini ;
  • CorelDRAW® X8 – Vector illustration and page layout
  • Corel® PHOTO-PAINT® X8 – Image editing
  • Corel Font Manager™ X8 – TrueType and OpenType font management
  • Corel® PowerTRACE® X8 – Bitmap-to-vector tracing (as part of the CorelDRAW X8 application)
  • Corel® CONNECT™ – Content finder
  • Corel® CAPTURE™ X8 – Screen capture tools
  • Corel® Website Creator™* – Website design
Selain itu, aplikasi pendukung juga disertakan pada CorelDRAW ® X8 ;
  • Barcode Wizard – Generator of bar codes in industry-standard formats
  • Duplexing Wizard – Guide for two-sided printing
  • GPL Ghostscript for enhanced EPS and PS support (ZIP) – Enhanced import of EPS and PS files
  • WhatTheFont – Online font identifier
  • BenVISTA PhotoZoom Pro 4* – Plug-in for enlarging digital images
  • Microsoft Visual Basic for Applications 7.1– Task automation
  • Microsoft Visual Studio Tools for Applications 2015 – Task automation and advanced macro projects
Dan ini yang lebih memanjakan para penggunanya sob, Konten Tambahan ;
  • 2,000 vehicle templates
  • Over 1,000 fills, frames and patterns
  • 1,000 OpenType fonts
  • 350 professionally designed templates
  • 10,000 clipart and digital images
  • 2,000 high-resolution digital photos
Seperti ini tampilan awalnya sob,


Kemudian begini kelanjutannya ;


Secara keseluruhan tool-tool yang ada pada CorelDRAW X8 hampir sama dengan versi sebelumnya, CorelDRAW X7 atau CorelDRAW X6. Tetapi yang versi X8 ini dijamin sobat-sobat lebih nyaman dan inspiratif dalam menggunakannya karena didukung fasilitas dan fitur-fitur yang membuat ide sobat semakin variatif, keren dan dinikmati.

Jika sobat-sobat blogger ingin mencicipinya, silakan cari dan download di Google atau situs-situs yang menyediakannya. Banyak kok sob, dijamin gampang menemukannya. Harganya 'cuma' Rp. 7.000.000 an jika melihat dari situs resminya di www.corel.com

Aplikasi desain ini sudah menjadi barang kebutuhan sehari-hari karena di sekolah-sekolah yang diajarkan pelajaran komputer, juga diajarkan tentang aplikasi ini. Ekspresi seni dan kreatifitas dapat dilahirkan melalui aplikasi ini. Bagi para desainer apalagi yang berprofesi sebagai pembuat banner, spanduk, baligo atau periklanan, software ini menjadi alat wajib yang digunakan.

Di bawah ini kreasi gambar buatan admin yang dibuat dengan menggunakan aplikasi CorelDRAW;


Ayo tunjukan kreasimu lewat CorelDRAW ya sob, dan selamat berkreasi

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 [2]

20.06 Add Comment
Tantangan Penyelenggara Pendidikan dan Era Globalisasi Informasi/Tekhnologi

Kecerdasan maksimal yang meliputi kecerdasan Spiritual, Emosional dan Intelejensia adalah target pendidikan yang diselenggarakan oleh semua pihak penyelenggara. Kemajuan tekhnologi menjadi satu kebutuhan tersendiri manakala ditengok dari unsur kebutuhan masyarakat modern. Keduanya -tujuan pendidikan dan kemajuan tekhnologi- harus disinergiskan. Aspek ekses dan sisi negatif dari keduanya harus disikapi secara cerdas sejak dini karena keduanya tidak ada jaminan bahwa tanpa ekses dan sisi negatif. Misalnya, tujuan pendidikan yang 'terlalu dipaksakan' dengan kondisi riil satuan-satuan penyelenggaranya. Pula kemajuan tekhnologi yang tidak didukung dengan sumber daya manusia yang cerdas spriritual dan emosionalnya, tidak menutup kemungkinan celah-celah penyalahgunaan akan menganga di sana-sini.

Judul artikel yang saya buat dengan huruf tebal di atas dikandung maksud untuk sedikit memberikan ulasan singkat tentang Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) yang -menurut info- resminya akan dilaksanakan untuk Ujian Nasional tahun ini -2017-. Tentu, bukan untuk semua jenjang pendidikan. Diprioritaskan untuk jenjang pendidikan lanjutan atas -SMA/MA/MK dan yang sederajat. Hal ini mengingat banyak faktor yang mana salah satunya karena jenjang ini 'sudah mengenal dunia komputer'.

Seperti sudah saya tuliskan pada artikel sebelumnya, -lihat di sini-, bahwa pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (CBT, Computer Based Test) untuk tahun ini -2017- dirasa masih sangat 'membebani' warga belajar dalam hal ini sekolah atau madrasah. 

Untuk sekolah atau madrasah yang sudah level 'negeri' dan 'level nasional' -untuk swasta- mungkin tidak jadi masalah besar terutama jika ditinjau dari bidang pendanaan. Tetapi bagi sekolah-sekolah yang masih belum se-level negeri dan nasional, terutama sekolah atau madrasah-madrasah swasta -spek stakeholder : pas-pasan- pelaksanaan UNBK dirasa 'memberatkan'. Terutama untuk aspek pendanaan. Bagaimana tidak?

Anda bisa menganalisa dengan pertyanyaan-pertanyaan berikut;
Pertama : Bagaiamana dengan sekolah/madrasah [Negeri/Swasta] -selanjutnya saya sebut 'N/S'- yang belum miliki lab/ruang komputer?
Kedua : Bagaimana dengan sekolah 'N/S' yang lokasinya jauh dari akses internet dikarenakan terbatasnya media-media untuk mengaksesnya?
Kedua pertanyaan tadi menjadi pelik-pelik pemikiran dan analisa khusus terkait UNBK. Belum lagi pertanyaan-pertanyaan lain yang timbul dari 'ketidakberdayaan' karena faktor ekonomi para peserta didik pada umumnya. Ini menjadi penting untuk didiskusikan mengingat mayoritas lokasi sekolah atau madrasah penyelenggara Ujian Nasional berada di daerah-daerah terpencil dan jauh dari kota-kota besar dan lengkap fasilitas penunjang pendidikannya, seperti akses internet.

Memang tidak dipungkiri jika dunia pendidikan ingin maju, ya harus dimajukan pula segala media dan alat belajarnya. Maksud saya, alat-alat canggih yang terangkum dalam 'dunia tekhnologi' menjadi kebutuhan utama untuk memajukan warga belajar. Bukankah warga belajar dipersiapkan untuk sepuluh, dua puluh hingga tiga puluh tahun di masa depan? Masa dimana kemajuan-kemajuan bidang tekhnologi bisa dipastikan 'sudah lebih maju' daripada masa kini. 

Dari judul artikel ini, dan penjelasan singkat dan sederhana di atas, saya ingin agar pemerintah -khususnya Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementrian Agama- selaku penyelenggara pendidikan di tanah air Indonesia untuk mempercepat dan terus menerus memfasilitasi sarana dan prasarana satuan pendidikan yang sudah ada. Tidak menutup kemungkinan untuk bersinergi dengan Kementrian-kementrian lainnya -Kemensos, misalnya- terkait level kemampuan ekonomi masyarakat yang notabene masih di bawah standar alias 'tidak mampu'. Jangankan sampe di level universitas, baru level menengah pertama dan lanjutan saja sudah 'megap-megap'. Ini bisa di lihat pada grafik 'anak putus sekolah' untuk sekedar penguat argumen saya yang saya ambil dari 'google' dan interval tahun hingga 2012.
Secara umum tingkat 'putus sekolah menurun' dalam kurun waktu 6 hingga 7 tahun. Tingkat SD, SMP dan SMK tingkat putus sekolah selama kurun waktu itu mencapai 1.09%, 1.26% dan 2.09%. Sedangkan untuk SMA mencapai 0.48%. Rating ini secara khusus menjadi indikator bahwa tingkat putus sekolah di Indonesia cenderung turun. Ini juga menjadi 'prestasi' yang harus kita akui. 

Tetapi grafik ini bukan jaminan bahwa tingkat ekonomi warga belajar 'sudah membaik'. Menurut saya, penurunan tingkat putus sekolah di atas dipicu oleh adanya Dana BOS, Beasiswa Prestasi, BSM dan lain-lain bantuan dari berbagai sumber yang ada di Indonesia hingga 'luar negeri'. Kesimpulan saya ini diambil dari tinjauan langsung di lapangan. Khususnya wilayah Kecamatan Cimanggu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. 

Dibalik keberhasilan itu, kita kembali ke topik pembicaraan tentang UNBK. Ternyata per tanggal 6 Januari 2017, dari jumlah sekolah sebanyak 97.647, baru 12.023 sekolah yang 'sudah siap melaksanakan UNBK'. 80% dari total jumlah sekolah ditargetkan untuk ber-UNBK. Hal mana menjadi sorotan tersendiri oleh Wakil Komisi X DPR RI, Ferdiansyah. Untuk mengikuti berita tentang ini, silakan buka di alamat INI.

Kata Pak Menteri 'Pendidikan', pelaksanaan UNBK ini untuk 'efisiensi waktu' dan 'mengurangi kecurangan'. Benarkah? Keinginan boleh-boleh saja, tetapi waktu nanti akan mengatakan juga sebagai jawabannya. 

Bagi para pelajar tidak usah khawatir apalagi ketakutan secara berlebihan. Ini belum final. Dikabarkan bahwa akan 'ada uji coba UNBK' -semacam TRY OUT- hingga bulan Februari mendatang. Lebih lengkapnya untuk berita ini, silakan datang DI ALAMAT INI.

Bagaimana, sudah ke alamat-alamat itu? Jika sudah, dan punya unek-unek, silakan tuliskan di kotak komentar di bawah secara santun, elegan dan jelas. Terima kasih.

Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) 2017 [1]

22.05 Add Comment
Siapkah warga pendidikan formal di Negeri ini untuk melaksanakannya?


Ujian Nasional Berbasis Komputer [UNBK] atau Computer Based Test [CBT] adalah pola pelaksanaan Ujian Nasional dengan menggunakan proses komputerisasi. Akses Internet menjadi 'main need' [keperluan utama] karena teknis distribusi soalnya dikirim dari 'Server Pusat' yang bertempat di Jakarta dalam hal ini Kemdikbud. Soal-soal dibagikan -share- menuju 'Server Client' kemudian berakhir di 'Server Lokal' dalam hal ini masing-masing penyelenggara Ujian Nasional.

Untuk lebih lengkapnya mengenai UNBK [CBT] silakan datang DI SINI atau YANG INI. Atau bisa mengunduh Panduan UNBK 2017 dari alamat ini : https://yogyakarta.kemenag.go.id/.../manual-cbt-un-2017-kemdikbud_111116.pdf-1

Berangkat dari pertanyaan di atas, saya sedikit membuat artikel tentang Pendidikan Dalam Perspektif Visi dan Misi. Bisa dibuka di sini : http://tamuhckd.blogspot.co.id 

Beginilah alur pelaksanaan UNBK 2017
     
Secara bagan terlihat sederhana, tapi ketika sekilas saja kita baca hasil unduhan 'panduan manual unbk 2017' betapa SANGAT DIBUTUHKAN PARA AHLI KOMPUTER JARINGAN untuk pelaksanaannya. 

Selain itu, betapa sebuah sekolah HARUS MENYEDIAKAN PULUHAN UNIT KOMPUTER dengan spek minimal untuk platform OS Windos Xp RAM 512 [XP SP 2 atau XP SP 3] karena untuk menjalankan 'aplikasi xambro' -aplikasi UNBK- harus terinstal 'NETframework 3.5'. Dan perlengkapan-perlengkapan lainnya yang diatur untuk mampu mengakses internet. Sikronisasi jaringan adalah satu keniscayaan lain. Belum lagi 'faktor PLN' yang tidak menutup kemungkinan akan 'mati lampu' saat dilaksanakannya UNBK 2017.

Yang ingin saya sampaikan di sini adalah -selain bagian yang saya tulis dengan huruf kapital di atas- pembelian server untuk akses internet -kata seorang sumber yang saya temui langsung- sebesar Rp. 14.000.000, an. Jumlah nominal yang 'sangat berat' jika diukur pada sekolah-sekolah swasta yang berdomisili di pinggiran atau luar kota dan miliki jaringan internet. Sekolah-sekolah ini memiliki jaringan internet masih sebatas menggunakan 'modem' atau 'hotspot'. Belum mampu menggunakan 'Speedy' karena belum ada jaringan telepon. Sekolah memang berada di jalur jalan Nasional atau Propinsi, tapi akses telepon kabel masih belum ada, seperti di Desa Cilempuyang Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap KM 04 menuju Majenang. Di alamat ini ada sebuah Madrasah Aliyah yang bernaung di bawah Lembaga Pendidikan Ma'arif NU MWC Cimanggu. Masih belum memiliki jaringan telepon kabel. 

Mungkin gambaran kondisi Madrasah itu tidak hanya ada di Kecamatan Cimanggu. Tidak mustahil ada juga di kecamatan-kecamatan lain di seluruh Negeri ini. 

Sungguh, menurut saya, jika mekanisme UNBK ini 'dipaksakan' untuk sekolah atau madrasah dengan situasi lokal -apalagi kemampuan finansial- seperti di atas, akan dirasa 'sangat memberatkan dan menjadi beban tersendiri'. Sudah bukan rahasia lagi jika sekolah atau madrasah swasta MASIH MENCARI-CARI SUMBER DANA untuk melengkapi sarana dan prasarana Kegiatan Belajar Mengajar -KBM-. Tentunya termasuk pelaksanaan UNBK 2017. Dan juga BIAYA UN MEMBENGKAK karena harus menyediakan perangkat jaringan internet. 

Sekolah atau Madrasah yang sudah lengkap dengan unit-unit komputer bisa jadi sedikit terkurangi bebannya. Bagaimana dengan sekolah atau madrasah yang RUANG KOMPUTER ATAU LAB. KOMPUTER BELUM TERSEDIA? Bagaimana pula jika para siswa-siswinya 'belum terbiasa' dengan menggunakan komputer? Tentu dan pasti HARUS LATIHAN DAN ADAPTASI MENGGUNAKAN KOMPUTER. Hal mana memerlukan waktu, tempat dan petugas tersendiri untuk hal ini. 

Bukannya 'anti kemajuan teknologi' dengan adanya UNBK ini. Saya sependapat jika pada akhirnya pola dan mekanisme Ujian Nasional di Indonesia 'Harus Berbasis Komputer dan Internet'. Akan tetapi jika dipaksakan untuk saat ini, saya malah mengkhawatirkan terjadinya kesalahan-kesalahan dalam pelaksanaan UNBK. Dalam 'panduan manual UNBK' memang ada catatan yang mendeskripsikan tentang sekolah atau madrasah yang BELUM BISA melaksanakan UNBK. Ini betul secara jelas memberikan pengertian 'tidak ada paksaan' untuk melaksanakan UNBK, tetapi jika diperhitungkan secara finansial, biaya-biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah sekolah atau madrasah -meskipun tidak menggunakan komputerisasi- tetap tinggi sebab harus mengeluarkan BIAYA PENGGANDAAN SOAL-SOAL DAN DISTRIBUSI SOAL-SOAL. Malahan bisa lebih mahal daripada biaya Ujian Nasional tahun kemarin [2015/2016].

Sungguh ini merupakan satu situasi dan kondisi yang musti dijalani pada akhirnya. Akan tetapi, 'siapkah para penyelenggara pendidikan dan peserta pendidikan untuk melaksanakannya?

Pendidikan Dalam Perspektif Visi Dan Misi (3)

16.30 Add Comment
Kilas Balik Visi dan Misi Pendidikan Kita.

Tidak ada satupun sistem pendidikan yang dibangun untuk menghancurkan jiwa dan mentalitas generasi. Tidak ada orang tua yang menyekolahkan anaknya untuk menjadi duri dalam masyarakat. Tidak ada pendidik yang mengajari anak didiknya agar menjadi koruptor, kriminalist atau yang lainnya. Seluruh manusia menginginkan agar generasinya menjadi penerus yang lebih baik, lebih mapan dan lebih bahagia serta kelebihan-kelebihan yang baik lainnya. Sukses dalam pendidikan, sukses dalam pekerjaan, sukses dalam strata sosial dan sukses dalam lingkunagnnya baik keluarga maupun kemasyarakatn. Inilah tujuan-tujuan mengapa elemen-elemen masyarakat menyekolahkan anak-anaknya.

Terlepas dari itu semua, kondisi pendidikan yang memang sudah disiapkan oleh pemerintah baik system maupun metodik-metodiknya, sampai saat ini masih dirasakan kesenjangannya. Fasilitas pendidikan yang berupa fisik dan non fisik masih kelihatan mencolok perbedaannya. Fasilitas pendidikan di kota dengan di desa secara fisik masih jauh berbeda. Bisa dilihat dari foto berikut yang saya ambil dari Google.

Coba bandingkan dengan gambar pertama di atas. Gambar pertama adalah kondisi sekolah yang sudah maju. Mungkin atau secara umum ada di perkotaan. Sedangkan gambar kedua rata-rata ada di daerah-daerah pinggiran atau pedesaan. Fakta yang demikian -dengan tidak bermaksud mendiskreditkan pihak-pihak terkait dengan pelaksanaan pendidikan- memunculkan banyak pertanyaan di benak dan pikiran kita.

Diantara pertanyaan-pertanyaan yang muncul adalah;
1. Bukankah visi dan misi yang diterapkan kepada mereka adalah sama?
    Yang dimaksudkan di sini adalah, mereka disiapkan untuk masa depan mereka. Dua puluh atau tiga puluh tahun di masa yang akan datang. Mata pelajaran yang sama dengan standar minimal nilai juga yang sama secara nasional. Tetapi fasilitas yang ada masih sangat memprihatinkan, jauh dari standar layak. Mengapa hal demikian masih terjadi di lingkungan kita.
2. Masa mereka adalah bukan masa sekarang. Proses belajar mereka adalah proses yang dibangun    untuk kurun waktu 10 atau 20 tahun bahkan 30 tahun ke depan. Mengapa fasilitas yang mereka miliki masih belum representatif untuk bekal hidup mereka di masanya?
3. Akankah kesenjangan sosial terhapus dengan kondisi pendidikan seruapa gambar-gambar di atas?
    Jika keadaan ini dibiarkan, kondisi sosial di masa yang akan datang menganga lebar. Artinya, jurang perbedaan sosial tidak akan berkurang apalagi terhapus. Minimal, kesenjangan yang ada jangan sampai memunculkan konflik-konlik sosial lainnya yang berlatar-belakang kesenjangan pendidikan. Hal mana diawali dari fasilitas-fasilitas pendidikan yang ada saat menempuh proses pendidikan dan pembelajaran.

Akankah gambar berikut masih tampak di masa depan?

Gambar ini adalah realita bentuk fisik yang ada terutama di wilayah perkotaan. Tentu yang demikian bukan murni terlahir dari kesenjangan pendidikan. Faktor ekonomi dan tingkat pendapatan masyarakat menjadi point utama. Daerah bantaran sungai di kota-kota besar menjadi primadona para penduduk yang tingkat ekonominya di bawah standar kelayakan.

Tingkat ekonomi dipicu juga dari strata pendidikan. Masyarakat yang hanya mengenyam pendidikan Sekolah Dasar merajai daerah-daerah bantaran sungai, tempat yang sebetulnya sangat tidak layak untuk dijadikan pemukiman. Ditambah urbanisasi yang memberikan kontribusi melonjaknya tingkat pengangguran di kota-kota besar seperti Jakarta. Mereka datang ke Jakarta untuk merobah nasib. Di sisi lain kedatangan mereka menjadi permasalahan baru bagi Ibu Kota Indonesia.

Itulah sekilas gambaran kondisi sosial di Jakarta, ditilik dari aspek strata pendidikan. Jika ingin lebih jauh untuk menelaah kondisi sosial di sekitar kita, silakan datang DI SINI.

Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terus menerus berusaha keras untuk meningkatkan strata pendidikan masyarakat. Sudah barang tentu untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Khususnya tingkat ekonominya. Peluang kerja jelas lebih terbuka untuk mereka dengan tingkat pendidikan tinggi daripada mereka yang hanya mengenyam pendidikan dasar. Apalagi yang tidak mengenyam pendidikan. Berbicara di jalur ini, adalah berbicara tentang pendidikan formal.

Bagaimana keadaan mereka yang hanya mengenyam pendidikan non formal?