Pendidikan Dalam Perspektif Visi Dan Misi (3)

16.30
Kilas Balik Visi dan Misi Pendidikan Kita.

Tidak ada satupun sistem pendidikan yang dibangun untuk menghancurkan jiwa dan mentalitas generasi. Tidak ada orang tua yang menyekolahkan anaknya untuk menjadi duri dalam masyarakat. Tidak ada pendidik yang mengajari anak didiknya agar menjadi koruptor, kriminalist atau yang lainnya. Seluruh manusia menginginkan agar generasinya menjadi penerus yang lebih baik, lebih mapan dan lebih bahagia serta kelebihan-kelebihan yang baik lainnya. Sukses dalam pendidikan, sukses dalam pekerjaan, sukses dalam strata sosial dan sukses dalam lingkunagnnya baik keluarga maupun kemasyarakatn. Inilah tujuan-tujuan mengapa elemen-elemen masyarakat menyekolahkan anak-anaknya.

Terlepas dari itu semua, kondisi pendidikan yang memang sudah disiapkan oleh pemerintah baik system maupun metodik-metodiknya, sampai saat ini masih dirasakan kesenjangannya. Fasilitas pendidikan yang berupa fisik dan non fisik masih kelihatan mencolok perbedaannya. Fasilitas pendidikan di kota dengan di desa secara fisik masih jauh berbeda. Bisa dilihat dari foto berikut yang saya ambil dari Google.

Coba bandingkan dengan gambar pertama di atas. Gambar pertama adalah kondisi sekolah yang sudah maju. Mungkin atau secara umum ada di perkotaan. Sedangkan gambar kedua rata-rata ada di daerah-daerah pinggiran atau pedesaan. Fakta yang demikian -dengan tidak bermaksud mendiskreditkan pihak-pihak terkait dengan pelaksanaan pendidikan- memunculkan banyak pertanyaan di benak dan pikiran kita.

Diantara pertanyaan-pertanyaan yang muncul adalah;
1. Bukankah visi dan misi yang diterapkan kepada mereka adalah sama?
    Yang dimaksudkan di sini adalah, mereka disiapkan untuk masa depan mereka. Dua puluh atau tiga puluh tahun di masa yang akan datang. Mata pelajaran yang sama dengan standar minimal nilai juga yang sama secara nasional. Tetapi fasilitas yang ada masih sangat memprihatinkan, jauh dari standar layak. Mengapa hal demikian masih terjadi di lingkungan kita.
2. Masa mereka adalah bukan masa sekarang. Proses belajar mereka adalah proses yang dibangun    untuk kurun waktu 10 atau 20 tahun bahkan 30 tahun ke depan. Mengapa fasilitas yang mereka miliki masih belum representatif untuk bekal hidup mereka di masanya?
3. Akankah kesenjangan sosial terhapus dengan kondisi pendidikan seruapa gambar-gambar di atas?
    Jika keadaan ini dibiarkan, kondisi sosial di masa yang akan datang menganga lebar. Artinya, jurang perbedaan sosial tidak akan berkurang apalagi terhapus. Minimal, kesenjangan yang ada jangan sampai memunculkan konflik-konlik sosial lainnya yang berlatar-belakang kesenjangan pendidikan. Hal mana diawali dari fasilitas-fasilitas pendidikan yang ada saat menempuh proses pendidikan dan pembelajaran.

Akankah gambar berikut masih tampak di masa depan?

Gambar ini adalah realita bentuk fisik yang ada terutama di wilayah perkotaan. Tentu yang demikian bukan murni terlahir dari kesenjangan pendidikan. Faktor ekonomi dan tingkat pendapatan masyarakat menjadi point utama. Daerah bantaran sungai di kota-kota besar menjadi primadona para penduduk yang tingkat ekonominya di bawah standar kelayakan.

Tingkat ekonomi dipicu juga dari strata pendidikan. Masyarakat yang hanya mengenyam pendidikan Sekolah Dasar merajai daerah-daerah bantaran sungai, tempat yang sebetulnya sangat tidak layak untuk dijadikan pemukiman. Ditambah urbanisasi yang memberikan kontribusi melonjaknya tingkat pengangguran di kota-kota besar seperti Jakarta. Mereka datang ke Jakarta untuk merobah nasib. Di sisi lain kedatangan mereka menjadi permasalahan baru bagi Ibu Kota Indonesia.

Itulah sekilas gambaran kondisi sosial di Jakarta, ditilik dari aspek strata pendidikan. Jika ingin lebih jauh untuk menelaah kondisi sosial di sekitar kita, silakan datang DI SINI.

Pemerintah melalui Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan terus menerus berusaha keras untuk meningkatkan strata pendidikan masyarakat. Sudah barang tentu untuk meningkatkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Khususnya tingkat ekonominya. Peluang kerja jelas lebih terbuka untuk mereka dengan tingkat pendidikan tinggi daripada mereka yang hanya mengenyam pendidikan dasar. Apalagi yang tidak mengenyam pendidikan. Berbicara di jalur ini, adalah berbicara tentang pendidikan formal.

Bagaimana keadaan mereka yang hanya mengenyam pendidikan non formal?




Previous
Next Post »
0 Komentar

Silakan Berkomentar Di Sini