Tahun Pelajaran 2016/2017 ini hampir semua sekolah lanjutan tingkat atas akan melaksanakan ujian nasional berbasis komputer. Soal langsung dikirim via server pusat di Jakarta karena pelaksanaan ujian ini secara online. Sekolah atau Madrasah mempersiapkan segala sesuatu untuk terlaksananya CBT [Computer Based Test] ini seawal mungkin. Simulasi UNBK menjadi keharusan agar para siswa tidak canggung dan sekaligus untuk mengecek kelancaran jaringan internet yang dipergunakan. MA Ma'arif NU Cimanggu adalah salah satu madrasah yang menyelenggarakan simulasi UNBK ini.
Jumlah siswa kelas XII sebanyak 23 dibagi menjadi 2 sesi. Sesi pertama sebanyak 12 orang dan sesi kedua sebanyak 11 orang. Masing-masing sesi didampingi oleh seorang proktor, seorang teknisi jaringan komputer dan seorang pengawas ruang dari guru yang ditugasi. Jaringan yang ada di ruang kelas simulasi UNBK ini disiapkan untuk 12 unit komputer dengan menggunakan laptop. Unit server menggunakan PC yang telah disiapkan sebelumnya.
Formasi siswa dibuat 4 lajur, masing-masing lajur ditempati 3 siswa. Untuk penggunaan komputer [laptop] tidak menjadi kendala besar bagi para siswa. Hanya saja jaringan yang digunakan dirasa masih mengalami beberapa kendala. Kendala-kendala itu diantaranya adalah laptop yang ternyata chargernya tidak bekerja semestinya sehingga laptop mati dan alami hibernasi. Proktor dan teknisi langsung menangani permasalahan ini. Aplikasi 'xambro' mengalami error dengan selalu restart hal mana mengakibatkan para siswa harus bolak-balik melakukan 'login' dengan memasukan Kode Token terbaru dari Proktor dan Teknisi.
Animo siswa untuk simulasi UNBK ini bisa dikatakan biasa-biasa saja. Tidak tampak pada wajah-wajah mereka ekspresi ketakutan ataupun kekhawatiran. Mereka hanya melontarkan beberapa pertanyaan terkait kualitas audio saat 'listening section' pada mata pelajaran Bahasa Inggris. Mapel ini memang membutuhkan peralatan ekstra dibanding mapel-mapel lainnya.
Untuk simulasi UNBK ini memang telah ada panduan Manual UNBK yang didistribusikan secara online oleh pihak penyelenggara UNBK pusat ke daerah-daerah di seluruh Indonesia. Ada yang melaksanakan secara mandiri, ada pula yang melaksanakannya dengan cara bergabung dengan sekolah penyelenggara UNBK secara mandiri. Baik mandiri maupun bergabung, keduanya memiliki resiko anggaran yang tidak sedikit. Memang hal ini menjadi agenda rutin tahunan semua sekolah atau madrasah, akan tetapi jika pemerintah 'ikut mempasilitasi' sekolah atau madrasah yang masih 'ketinggalan' sepertinya dirasa lebih bijak.
Semoga dengan CBT [Computer Based Test] untuk Ujian Nasional tahun 2017 ini, kualitas pendidikan kita akan semakin baik dan berkualitas.





bgmn cara daftar pengguna login pada ujian PAS GANJIL
BalasHapus